Oleh: brodienz maxdell | 16 Juni 2009

Ada 78 Lubang Tanpa Mur-Baut di Suramadu

logo-suramaduSurabaya – Surya-Pernyataan AG Ismail, Kepala Balai Besar Jalan Nasional V yang membawahi proyek Jembatan Suramadu, tentang banyaknya mur dan baut yang hilang di jembatan sepanjang 5,438 kilometer tersebut, akhirnya mendapat respons cepat.

Senin (15/6) kemarin terlihat sejumlah pekerja memasang mur dan baut di pagar jalur kendaraan roda dua arah ke Madura maupun Surabaya. Juga dilakukan pemasangan mur dan baut yang menopang kekuatan penyangga lampu jalan, juga pemasangan sejumlah mur-baut yang kendur.

Berdasarkan penelusuran Surya, Senin kemarin, sekurang-kurangnya ada 78 lubang tanpa dipasang mur dan baut. Ke-78 titik lubang itu terlihat di pagar jalur roda dua, baik arah ke Madura dan sebaliknya. Jumlah itu belum termasuk mur dan baut yang pemasangannya terlihat kendur.

Tentang banyaknya lubang belum ada mur bautnya, seorang pekerja suramadu bridgemengatakan mur-bautnya memang belum dipasang. “Memang belum dipasang dan ada yang sengaja dilepas. Jumlahnya tinggal beberapa saja kok,” kata pekerja yang enggan menyebutkan namanya.

Pekerja itu kemarin harus bergelantungan di atas laut untuk memasang mur dan baut. Menurutnya, baut-baut ini merupakan rangkaian dari pagar yang dipesan pabrikan.

Ditanya mengapa baut belum dipasang, sementara peresmiannya telah dilakukan sejak 10 Juni lalu, pekerja itu berdalih karena antara lubang mur dan baut tidak seimbang akibat posisi di bantalan pengecoran. “Tapi itu bisa dibetulkan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Jalan Nasional V yang membawahi proyek Suramadu, AG Ismail mengaku telah memerintahkan pimpinan proyek (pimpro) Suramadu segera menggelar rapat tentang vandalisme yang terjadi di jembatan tersebut. Berdasarkan laporan yang masuk, Ismail mengatakan sejumlah komponen jembatan Suramadu seperti mur dan baut banyak yang hilang karena dicuri.
« Itu kelakuan orang iseng. Banyak sekali laporan tentang vandalisme itu. Bahkan sejak awal (pembangunan) dulu, » keluh AG Ismail menjawab Surya, Minggu (14/6) lalu.

Dia mengatakan, persoalan pencurian aset publik atau vandalisme bukan pertama kali terjadi di Suramadu. Ketika pertama dibangun, besi untuk kerangka jembatan juga banyak yang raib. Bahkan, lanjutnya, belakangan ada komplotan khusus yang tertangkap mencuri besi dari dasar laut.

Selain itu, selubung pondasi sisi Madura dari logam khusus juga pernah dilaporkan hilang pada 2006 lalu. Padahal saat itu sedang banyak pekerja. Dan ketika sekarang sudah tidak ada lagi pekerja di proyek tersebut, maka kemungkinan adanya orang-orang iseng untuk mencuri sekrup dan komponen lainnya akan semakin terbuka peluangnya.

Informasi banyaknya mur dan baut hilang ini ini juga muncul dari laporan sejumlah pengendara yang melintas di jembatan Suramadu. Mereka mengaku melihat sejumlah pagar yang membatasi jalur roda dua dengan laut tidak ada mur bautnya. Beberapa sekrup di antaranya juga terlihat kendur.
Semula ada anggapan pembangunan jembatan ini belum rampung 100 persen, meski telah diresmikan. Namun Ismail mengelak jika dikatakan pembangunan belum beres. “Progress sudah selesai semua. Pekerja sudah tidak ada. Semua sudah terpasang. Kalau sekarang tidak ada, ya itu hilang. Itu yang menjadi perhatian kami sekarang,” katanya.

Sengaja Dilepas
PT Jasa Marga selaku operator Jembatan Suramadu membantah jika mur dan baut jembatan terpanjang di Indonesia ini banyak yang hilang dicuri. Yang benar, mur dan baut itu sengaja dilepas karena ada di beberapa bagian yang masih dalam tahap penyempurnaan.

“Memang sengaja kita lepas karena kami masih melakukan perbaikan-perbaikan,” kata Agus Purnomo, Kepala PT Jasa Marga Tol Surabaya-Gempol dan Suramadu, kepada Surya, Senin (15/6).
Menurut Agus, kemarin Jasa Marga langsung mengecek pagar jembatan sepanjang 5,438 km tersebut. Dan setelah dicek secara acak, tak ditemukan sekrup mur dan baut yang hilang, melainkan ada beberapa belum dipasang.

Kalaupun ada beberapa mur dan baut pagar belum dipasang, Agus menilai wajar karena waktu itu masih ada pengerjaan. Terlebih hingga saat ini, proyek prestisius senilai Rp 4,5 triliun itu belum diserahkan kontraktornya kepada PT Jasa Marga. “Di sebuah titik, saya juga menemukan ada enam mur yang belum dipasang,” tukasnya.

Mengenai keluhan pengendara kendaraan bermotor tentang kurangnya fasilitas penerangan sehingga rawan tindak kejahatan, Agus tidak membantah jika jalan akses untuk sisi Madura masih kurang penerangan. Namun pihaknya mengaku tak bisa menjawab karena kewenangan PT Jasa Marga hanya dari gerbang tol Surabaya sampai gerbang tol jembatan di Bangkalan.

Lebih lanjut Agus Purnomo mengingatkan pengendara roda empat maupun roda dua jangan berhenti untuk berfoto di jembatan. Begitu pula apabila antrean di pintu tol roda dua mengular, pengendara motor tak akan diperbolehkan main serobot masuk ke jalur roda empat seperti waktu uji coba gratis Minggu (15/6) lalu. “Kalau dilanggar, pengendara akan diberi sanksi tegas oleh petugas PJR (Patroli Jalan Raya),” tegas Agus.

Sementara itu, Senin (15/6) kemarin, lalu lintas di jembatan Suramadu masih terlihat kacau. Ratusan kendaraan roda dua dan empat memilih berhenti di bentang tengah. Beberapa terlihat memanjat pagar dan bergelantungan hanya untuk menikmati sensasi berfoto ria di atas jembatan.

Mereka bahkan berkejar-kejaran dengan patroli PT Jasa Marga yang mengusiri para pengguna jalan yang berhenti di bentang tengah. Mobil patroli PT Jasa itu silih berganti melintas sambil menggunakan pengeras suara meminta kendaraan tidak berhenti.

Puluhan petugas Jasa Marga yang berada di lajur sepeda motor juga mengusir pengguna jalan yang berhenti. Namun kenyataanya jumlah pengguna jalan yang menghentikan kendaraanya jauh lebih banyak.
Bahkan banyak yang memarkir kendaraanya dan seluruh penumpangnya duduk di pagar pembatas. Ada pula yang meninggalkan mobilnya kemudian memilih melompati pagar dan melihat laut sambil berfoto ria. Karuan saja cara ini membuat lalu lintas tersendat.
“Kami menurunkan banyak petugas di sepanjang Suramadu, namun masih banyak yang berhenti,” keluh Agus Purnomo. uca/uji/jos

sumber: http://www.surya.co.id/2009/06/16/ada-78-lubang-tanpa-mur-baut-di-suramadu.html


Oleh: brodienz maxdell | 10 Juni 2009

Jembatan Suramadu Ambruk

Jembatan Suramadu, Ditabrak Kapal 2.000 Ton, Tetap Kokoh

jembatan suramaduJembatan Suramadu yang akan diresmikan hari ini bakal menjadi bangunan infrastruktur dengan perlengkapan bangunan paling massal dan kokoh.

Menurut data yang dihimpun Surya dari satuan kerja (satker) Suramadu, jembatan sepanjang 5,438 km ini telah menghabiskan 450.000 ton beton dan 50.000 ton baja. Baja ini bukan bikinan dalam negeri.
Menurut Kepala Balai Besar Jalan Nasional V Suramadu, AG Ismail, baja tersebut khusus untuk jembatan dan diproduksi oleh Baosteel Group and Shougang Company Ltd, serta difabrikasi menjadi komponen jembatan oleh Jiangnan Heavy Industri Co Ltd –perusahaan baja terbesar di China yang berdiri sejak 1865.

Namun, semen untuk beton itu buatan Semen Gresik (SG). Kendati begitu, semennya bukan sembarangan tetapi berjenis SBC (Special Blended Cement). ”Yakni semen khusus yang diciptakan Semen Gresik untuk pembangunan di kawasan laut seperti dermaga dan jembatan,” kata Ismail.
SG memiliki formula khusus. Tidak cuma kuat dan tahan terhadap air asin, SBC juga tahan terhadap sulfat (asam). Saat berada di dalam air laut, SBC otomatis membentuk lapisan pelindung atau film yang yang bisa menghalangi air laut masuk dan menembus rangka baja kaki jembatan.

Karena kualitasnya itu, jembatan ini juga dirancang kokoh sehingga tahan ditabrak kapal berbobot mati hingga 2.000 ton (DWT). Hanya saja, kapal bernobot ini tidak pernah melewati Suramadu.

Jembatan ini memiliki 181 lampu jalan yang tiap unit lampu membutuhkan suplai listrik 250 watt. Sehingga untuk menerangi jembatan gantung ini butuh suplai listrik minimum 45.250 watt. Penghitungan biaya listrik per enam bulan kira-kira Rp 226 juta.

Di sepanjang jembatan ini terdapat 27 titik rambu-rambu lalu lintas mulai penunjuk arah, imbauan, hingga larangan.

Proyek ini tidak sekadar membangun jembatan 5.438 meter. Karena itu baru ukuran jembatan antarbibir pantai. Jika ditambah akses jalan di kedua sisi, yakni Surabaya (11.500 meter) dan Madura (4.350 meter), total panjang proyek Suramadu mencapai 21.288 meter, atau 21,2 kilometer.
Beroperasinya Jembatan Suramadu disambut positif para pengusaha. Namun, mereka berharap agar pemerintah atau badan yang dibentuk untuk mengelola Suramadu, tak berhenti sebatas mengurusi jembatan. Infrastruktur lainnya seperti pelabuhan maupun akses jalan hingga ke Sumenep (ujung timur Madura) perlu dibangun pula.

“Madura potensial sekali untuk dibangun kawasan industri (KI). Apalagi untuk memperpendek masa payback period (balik modal) dari investasi yang sangat besar,” jelas Machfud Arief, Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia.

Machfud berpendapat, dari aspek harga lahan, kaki Suramadu di sisi Madura lebih memungkinkan dikembangkan KI. Sebab, harga lahan di sana relatif lebih murah dibandingkan dengan Surabaya meski keduanya akan mengalami kenaikan akibat pembangunan Jembatan Suramadu.

“Jika di Madura dikembangkan kawasan industri lebih dahulu maka di sisi Surabaya dapat menjadi pusat perdagangan. Jadi, saling menopang,” jelas Machfud.

Sementara itu, Yoke C Katon, Direktur Pemasaran & Pengembangan PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut), mengaku pihaknya turut melirik lahan di Madura untuk ekspansi usaha.
Namun Yoke mengungkapkan di mana lokasi yang nanti dipilih untuk pengembangan SIER, pihaknya masih menunggu kepastian rencana pemerintah membangun pelabuhan di Madura. SIER juga masih menanti detil rencana pemerintah tentang penyediaan jalan, air, listrik dan gas industri.uca/jos/ytz sumber: http://www.surya.co.id/2009/06/10/jembatan-suramadu-ditabrak-kapal-2000-ton-tetap-kokoh.html
suramadu ambruk Kalau kita perhatikan letak Jembatan Suramadu yang berdekatan dengan pelabuhan paling sibuk di kawasansuramadu ditabrak kapal besar Indonesia timur ini, sekitar jembatan suramadu merupakan daerah yang paling rawan bencana tabrakan . Kapal besar akan sering melintas dibawah jembatan suramadu dan hal ini tentunya akan terjadi seiring dengan semakin pesatnya laju perekonomian jawa timur, pelabuhan Tanjung Perak akan menjadi idola kapal-kapal besar untuk bersandar. Tentunya kita harus waspada jangan sampai terjadi peristiwa tabrakan serti di China 27 maret 2008 lalu , di bawah jembatan Jintang , profinsi Zhejiang.

Oleh: brodienz maxdell | 6 Juni 2009

Harapan maju oreng madureh?

suramadu indonesia

suramadu indonesia

Adakah Jembatan SURAMADU dapat menghantarkan masyarakat madura keperadaban yang lebih baik atau sebaliknya?. Siapkah masyarakat masyarakat madura menghadapi era keterbukaan?. Bukankah selama ini orang madura terkenal dengan keluguannya, ketertinggalan dan keterpurukan ekonomi daerahnya?. Tentunya banyak sekali tanda tanya dalam pikiran ini tentang hubungan masyarakat madura dengan jembatan terhebat, termahal dan terpanjang yang dimiliki bangsa Indonesia ini. Setelah diresmikannya jembatan SURAMADU ini artinya kita dituntut membangun masyarakat madura (SDM) sejajar dengan saudara-saudaranya yang ada di jawa terutama dibidang keterampilan, sehiggan kalau nanti ada industrialisasi di madura bisa berperan dan tidak hanya sebagai tukang sapu, satpam atau penjaga loket saja. Yang kita butuhkan sa’at ini adalah pendidikan, terutama pendidikan yang berbasic technologi. Sementara sekarang industri yang gawat atau yang berbasis tekhnologi jarang bahkan belum ada di madura. Maka dari itu pendidikan di madura perlu digalakkan dan ditingkatkan kwalitasnya. 61100_jembatan_suramadu

Dengan dioperasikannya JEMBATAN SURAMADU tentunnya masyarakat madura baik yang ada di pulau madura maupun diluar madura dapat mengoptimalkan fungsi jembatan ini dengan semaksimal mungkin

Jembatan Suramadu ini merupakan suatu lambang bahwa bangsa kita telah melewati suatu titian harapan lebih baik kedepan, guna mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Masih banyak yang perlu kita perbaiki, masih banyak pulau-pulau kita yang tak terjangkau bahkan kita tidak tahu sama sekali keberadaan dan nasibnya.
Bangsa kita butuh Suramadu-Suramadu lainnya untuk mempersatukan negri ini. Kita orang muda jangan pernah lelah untuk membangun dan menjaga Indonesia tercinta ini.

suramadusuramadusuramadusuramadusuramadusuramadu

fish

Oleh: brodienz maxdell | 6 Juni 2009

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori