Oleh: brodienz maxdell | 10 Juni 2009

Jembatan Suramadu Ambruk

Jembatan Suramadu, Ditabrak Kapal 2.000 Ton, Tetap Kokoh

jembatan suramaduJembatan Suramadu yang akan diresmikan hari ini bakal menjadi bangunan infrastruktur dengan perlengkapan bangunan paling massal dan kokoh.

Menurut data yang dihimpun Surya dari satuan kerja (satker) Suramadu, jembatan sepanjang 5,438 km ini telah menghabiskan 450.000 ton beton dan 50.000 ton baja. Baja ini bukan bikinan dalam negeri.
Menurut Kepala Balai Besar Jalan Nasional V Suramadu, AG Ismail, baja tersebut khusus untuk jembatan dan diproduksi oleh Baosteel Group and Shougang Company Ltd, serta difabrikasi menjadi komponen jembatan oleh Jiangnan Heavy Industri Co Ltd –perusahaan baja terbesar di China yang berdiri sejak 1865.

Namun, semen untuk beton itu buatan Semen Gresik (SG). Kendati begitu, semennya bukan sembarangan tetapi berjenis SBC (Special Blended Cement). ”Yakni semen khusus yang diciptakan Semen Gresik untuk pembangunan di kawasan laut seperti dermaga dan jembatan,” kata Ismail.
SG memiliki formula khusus. Tidak cuma kuat dan tahan terhadap air asin, SBC juga tahan terhadap sulfat (asam). Saat berada di dalam air laut, SBC otomatis membentuk lapisan pelindung atau film yang yang bisa menghalangi air laut masuk dan menembus rangka baja kaki jembatan.

Karena kualitasnya itu, jembatan ini juga dirancang kokoh sehingga tahan ditabrak kapal berbobot mati hingga 2.000 ton (DWT). Hanya saja, kapal bernobot ini tidak pernah melewati Suramadu.

Jembatan ini memiliki 181 lampu jalan yang tiap unit lampu membutuhkan suplai listrik 250 watt. Sehingga untuk menerangi jembatan gantung ini butuh suplai listrik minimum 45.250 watt. Penghitungan biaya listrik per enam bulan kira-kira Rp 226 juta.

Di sepanjang jembatan ini terdapat 27 titik rambu-rambu lalu lintas mulai penunjuk arah, imbauan, hingga larangan.

Proyek ini tidak sekadar membangun jembatan 5.438 meter. Karena itu baru ukuran jembatan antarbibir pantai. Jika ditambah akses jalan di kedua sisi, yakni Surabaya (11.500 meter) dan Madura (4.350 meter), total panjang proyek Suramadu mencapai 21.288 meter, atau 21,2 kilometer.
Beroperasinya Jembatan Suramadu disambut positif para pengusaha. Namun, mereka berharap agar pemerintah atau badan yang dibentuk untuk mengelola Suramadu, tak berhenti sebatas mengurusi jembatan. Infrastruktur lainnya seperti pelabuhan maupun akses jalan hingga ke Sumenep (ujung timur Madura) perlu dibangun pula.

“Madura potensial sekali untuk dibangun kawasan industri (KI). Apalagi untuk memperpendek masa payback period (balik modal) dari investasi yang sangat besar,” jelas Machfud Arief, Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia.

Machfud berpendapat, dari aspek harga lahan, kaki Suramadu di sisi Madura lebih memungkinkan dikembangkan KI. Sebab, harga lahan di sana relatif lebih murah dibandingkan dengan Surabaya meski keduanya akan mengalami kenaikan akibat pembangunan Jembatan Suramadu.

“Jika di Madura dikembangkan kawasan industri lebih dahulu maka di sisi Surabaya dapat menjadi pusat perdagangan. Jadi, saling menopang,” jelas Machfud.

Sementara itu, Yoke C Katon, Direktur Pemasaran & Pengembangan PT SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut), mengaku pihaknya turut melirik lahan di Madura untuk ekspansi usaha.
Namun Yoke mengungkapkan di mana lokasi yang nanti dipilih untuk pengembangan SIER, pihaknya masih menunggu kepastian rencana pemerintah membangun pelabuhan di Madura. SIER juga masih menanti detil rencana pemerintah tentang penyediaan jalan, air, listrik dan gas industri.uca/jos/ytz sumber: http://www.surya.co.id/2009/06/10/jembatan-suramadu-ditabrak-kapal-2000-ton-tetap-kokoh.html
suramadu ambruk Kalau kita perhatikan letak Jembatan Suramadu yang berdekatan dengan pelabuhan paling sibuk di kawasansuramadu ditabrak kapal besar Indonesia timur ini, sekitar jembatan suramadu merupakan daerah yang paling rawan bencana tabrakan . Kapal besar akan sering melintas dibawah jembatan suramadu dan hal ini tentunya akan terjadi seiring dengan semakin pesatnya laju perekonomian jawa timur, pelabuhan Tanjung Perak akan menjadi idola kapal-kapal besar untuk bersandar. Tentunya kita harus waspada jangan sampai terjadi peristiwa tabrakan serti di China 27 maret 2008 lalu , di bawah jembatan Jintang , profinsi Zhejiang.


Responses

  1. kirain jembatan suramadu nya yang ambruk..
    hehehe… :D

  2. jgn buat isu bang!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: